Dongeng di Era Digital

0
55

Helmina Kastanya

Penkaji Kebahasaan dan Kesastraan, Kantor Bahasa Maluku

 

Perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini mulai menggeser kedudukan dan fungsi tradisi bercerita bagi anak-anak. Bercerita dulu merupakan tradisi bertutur yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anak menjelang tidur. Anak dimanjakan dengan mendengarkan cerita-cerita dari orang tua yang dapat memberikan pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi anak. Begitu banyak hal positif yang diperoleh anak maupun orang tua dalam memainkan peran ini. Secara tidak langsung, melalui kegiatan bercerita, proses pewarisan cerita rakyat kepada anak-anak dapat dilakukan. Akan banyak pengetahuan tentang sejarah, budaya, legenda, mitos, dan dongeng diperoleh.

Beberapa hal negatif dari kemajuan teknologi bagi anak yang dirangkum dari sejumlah sumber antara lain: Pertama, kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final. Kedua, kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan. Ketiga, kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan. Keempat, kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal. Kelima, mengalami penurunan konsentrasi. Keenam, memengaruhi kemampuan menganalisis permasalahan. Ketujuh, malas menulis dan membaca. Kedelapan, penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Eksternal dan internal.

Gambaran di atas diharapkan dapat menyadarkan sejumlah orang tua dan masyarakat untuk mencoba kembali mengimbangi kemajuan ini dengan membiasakan lagi tradisi mendongeng. Tradisi yang telah ada jauh sebelum munculnya berbagai bentuk ponsel canggih yaitu zaman di mana orang tua membiasakan diri untuk menghabiskan waktu luang bersama anak dengan bercerita. Bercerita atau mendongeng kepada anak bukanlah hal yang membosankan, tetapi jika mampu dilakukan dengan menarik kepada anak, akan membuat anak tertarik dan mau untuk mendengarkan cerita. Banyak hal positif yang diterima anak ketika dibiasakan oleh orang tua. Adapun dampak mendongeng bagi anak.

Pertama, dongeng meningkatkan daya imajinasi anak sekaligus membangun dan membentuk hati nurani anak. Anak belum dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Melalui dongeng orang tua bisa mengajarkan hal itu. Biasanya dalam dongeng ada tokoh yang jahat yang akan mendapat hukuman karena kenakalan atau kejahatannya dan ada tokoh yang baik yang mendapat hal yang baik karena memiliki sifat yang baik. Secara tidak langsung melalui mendongeng sebuah cerita kita telah mendidik anak untuk menentukan ingin seperti apa dia kelak. Mau seperti tokoh yang jahat ataukah yang baik. Dengan demikian kita telah mengajarkan tentang moral kepada anak.

Kedua, dongeng meningkatkan kecerdasan anak. Melalui proses mendongeng yang dilakukan orang tua kepada anak, tentunya akan meningkatkan kecerdasan anak. Anak akan lebih mudah mengingat informasi yang tertuang serta pesan yang terdapat dalam dongeng yang didengarkan. Melalui hal ini, tentunya anak akan bereaksi untuk bertanya, mengemukakan pendapat, menanggapi isi cerita, dan sebagainya.

Ketiga, dongeng menjaga interaksi emosional dengan anak. Apabila proses mendongeng dilakukan dengan baik oleh orang tua kepada anak, misalnya dengan menggunakan pilihan kata yang baik dan benar, memeluk dan membelai anak sambil mendongeng, memberikan senyuman, kontak mata, serta mendongeng dengan ekspresi yang mendalam tentu saja akan menciptakan situasi yang baik untuk perkembangan emosional anak.

Keempat, dongeng menambah pengetahuan anak. Dongeng tentunya mengandung banyak informasi baru bagi anak yang sangat bermanfaat. Misalnya melalui dongeng tentang binatang (fabel) anak akan mengetahui informasi tentang bentuk atau ciri-ciri suatu hewan tertentu. Misalnya cerita tentang seekor kelinci, secara tidak langsung anak akan mengetahui bahwa kelinci itu bertelinga panjang, berbadan kecil, dan larinya kencang. Dongeng tentang kura-kura, anak akan secara tidak langsung mendapat pengetahuan tentang bentuk hewan kura-kura.

Kelima, dongeng meningkatkan kemampuan berbahasa, komunikasi verbal, dan menumbuhkan minat baca anak. Dongeng menjadi media yang dapat menumbuhkan kemampuan berbahasa dan komunikasi anak. Karena saat orang tua mendongeng, maka anak akan dirangsang untuk beraktivitas melalui proses mendengarkan, berbicara, bahkan jika dongeng yang disampaikan melalui sebuah buku dan bergamabar tentunya anak akan tertarik untuk membaca dan melihat gambar yang ada. Selain itu, jika orang tua mampu menunjukkan ekspresi yang baik, anak akan mencoba menirukan dan memahami bagaimana rasanya sedih, sakit, marah, kecewa, dan sebagainya.

Keenam, dongeng menanamkan budi pekerti kepada anak. Pendidikan budi pekerti anak adalah tanggung jawab besar orang tua. Seorang anak jika dari kecil telah dididik dengan baik dengan penanaman nilai-nilai moral yang baik dengan penuh kasih sayang dan perhatian tentunya akan berdampak besar bagi perkembangan budi pekerti anak. Hal ini dapat dilakukan melalui mendongeng. Setiap dongeng biasanya memiliki pesan yang tersirat untuk ditanamkan kepada anak.

Ulasan ini kiranya dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang fenomena perubahan zaman yang terjadi dan sangat berdampak bagi perkembangan diri anak-anak. Antara kemajuan teknologi dan mendongeng bukanlah pilihan yang harus dipilih melainkan sebuah gambaran untuk masyarakat mengevaluasi berbagai hal yang dapat dilakukan bagi anak-anak. Membiasakan anak untuk mengenal dan hidup di era modern merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan anak. Tetapi akan lebih baik bagi anak bila diimbangi dengan penanaman nilai-nilai kehidupan yang baik melalui kebiasaan mendongeng atau bercerita kepada anak sebelum tidur atau di waktu luang. Setiap anak membutuhkan perhatian, dan setiap orang tua membutuhkan kesempatan untuk melakukan hal yang positif bagi anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =