Cerminan Kualitas Pendidikan pada Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

0
1661

Nita Handayani Hasan, S.S.

Staf Teknis Kantor Bahasa Maluku

 

Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan mutu sumber daya manusia yang juga berkualitas. Agar mampu memperoleh pendidikan yang berkualitas diperlukan peran berbagai pihak. Sistem pendidikan, tenaga pengajar yang profesional, dan kesadaran siswa harus dikelola dengan baik. Semakin berkualitas pendidikan di sebuah negara, maka semakin tinggi kualitas bangsa itu.

Pendidikan yang berkualitas dapat dilihat dari segi akademis dan manajemennya. Pendidikan yang segi akademisnya berkualitas akan menghasilkan produk sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, ilmu pengetahuan, dan budaya yang berkualitas. Sedangkan pendidikan yang memiliki segi manajemen yang berkualitas akan menghasilkan produk sumber daya manusia yang memiliki mental, karakter, dan jiwa yang baik, berbudi luhur dan jujur. Manajemen yang baik akan membuat suasana belajar mengajar efisien dan efektif.

Salah satu produk pendidikan yang dapat dilihat tingkat keberhasilannya secara nyata yaitu pengajaran bahasa Indonesia. Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang harus diajarkan oleh guru kepada siswanya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia juga telah diajarkan mulai dari sekolah dasar, hingga perguruan tinggi. Pengajaran bahasa Indonesia yang telah diberikan tersebut tidak serta-merta menjadikan masyarakat Indonesia paham penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peran guru dan tenaga pendidik sangat diperlukan untuk mengemas mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menarik dan mudah dipahami. Jika para guru mampu menjelaskan dan mengemas mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan apik, maka murid akan mampu menerapkan ilmu yang diberikan dengan baik. Namun hal tersebut masih susah didapati. Pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dan universitas masih berbentuk hafalan dan berorientasi pada nilai. Siswa hanya dituntut untuk menghafal semua kaidah tanpa tau penerapan yang baik dalam kesehariannya.

Salah satu cerminan keberhasilan pengajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat pada ruang publik. Jika penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik terlihat teratur, dapat diindikasikan pengajaran bahasa Indonesia telah berhasil. Sebaliknya, pengajaran bahasa Indonesia yang tidak teratur menyebabkan situasi bahasa di ruang publik juga berantakan.

Ruang publik merupakan ruang sosial yang umumnya terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Ruang publik dapat berbentuk sarana umum, ruang pertemuan, taman, produk barang dan jasa, petunjuk arah, dan lain sebagainya. Bahasa di ruang publik merupakan hasil atau cermin pendidikan. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bahasa ruang publik yang mudah dipahami dan memartabatkan bahasa negara. Tenaga pengajar sebagai ujung tombak pendidikan harus menguasai bidang ilmunya dengan baik agar informasi yang diberikan kepada peserta didik dapat diserap dengan baik dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Masih banyak guru-guru yang memiliki nilai UKG Bahasa Indonesia yang rendah, hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas peserta didik. Peserta didik yang tidak paham penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, ketika terjun ke masyarakat, akan terus-menerus mengulangi kesalahan dalam berbahasa. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan bagi tenaga pendidik harus terus-menerus dilakukan agar mutu pendidikan dari waktu ke waktu dapat terus meningkat.

Pemantauan yang telah dilakukan oleh Kantor Bahasa Maluku di Kota Ambon menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik masuk pada kategori terkendali III. Kategori terkendali III berarti Kota Ambon termasuk wilayah/daerah yang penggunaan bahasa asingnya agak terkendali, dengan agak mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, dan pelestarian bahasa daerah sebagai penguatan bahasa nasional agak baik. Meskipun penggunaan bahasa asing di ruang publik masih dianggap kurang, namun hal tersebut tidak serta-merta menjadikan Kota Ambon menjadi kota yang taat pada penggunaan bahasa Indonesia. Masih banyak terdapat kesalahan penggunaan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata yang tepat pada tulisan-tulisan di ruang publik.

Kesalahan-kesalahan penggunaan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata yang tepat pada ruang publik merupakan cerminan kurangnya pemahaman berbahasa yang baik. Kesalahan-kesalahan tersebut merupakan barometer keberhasilan pendidikan pada umumnya, dan khususnya pada pengajaran bahasa Indonesia. Diharapkan para tenaga pendidik dapat memaksimalkan perannya agar penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik semakin bermartabat dan kesalahan-kesalahan yang telah dijelaskan di atas dapat diminimalisasi.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.