PEMUKIMAN ATAU PERMUKIMAN?

0
14394

FARADIKA DARMAN

Staf Teknis Kantor Bahasa Maluku

 

Ia sedang meninjau lokasi pemukiman penduduk yang terkena banjir. Contoh kalimat tersebut sekilas tampak tidak ada kesalahan dan dapat diterima oleh seseorang yang mendengarnya. Contoh kalimat lainnya yang sering kita dengar yaitu masyarakat membutuhkan pemukiman yang bersih dan sehat. Pada kedua contoh tersebut, ‘pemukiman’ dapat diartikan sebagai lokasi perumahan atau tempat tinggal. Sudah tepatkah penggunaannya?

Jika dilihat dari asal kata dan pengimbuhannya (afiksasi), penggunaan kata ‘pemukiman’ pada kalimat tersebut tidak tepat. Pada kalimat tersebut, kata ‘pemukiman’ diartikan sebagai lokasi tempat tinggal penduduk.  Di dalam KBBI V, ‘pemukiman’ yang diartikan sebagai proses, cara, dan perbuatan memukimkan. Kata ‘pemukiman’ berasal dari kata ‘mukim’ dan mendapat imbuhan ‘pe-an’. Kata ‘mukim’ sendiri berarti penduduk tetap, tempat tinggal, kediaman, daerah, dan kawasan dan memiliki pertalian bentuk dengan kata ‘memukimkan’. Proses pembentukan kata tersebut yaitu mukimàmemukimkanàpemukiman. Kata ‘memukimkan’ bermakna menyuruh bermukim, menempatkan supaya bertempat tinggal secara tetap.

Penggunaan kata pemukiman yang benar seperti contoh berikut, Pemukiman kembali penduduk yang mengungsi karena bencana alam akan segera dilaksanakan, Pemukiman penduduk di kawasan tersebut memakan waktu yang cukup lama. Jadi, ‘pemukiman’ tidak berkaitan langsung dengan lokasi tempat tinggal atau perumahan yang ditempati oleh penduduk tetapi bagaimana cara memukimkan penduduk (proses). Saat ini masih banyak penutur bahasa Indonesia yang keliru dalam penggunaan kata ‘pemukiman’.

Bagaimana dengan ‘permukiman’? Apakah penggunaan kata tersebut baku? Di dalam KBBI, kata ‘pemukiman’ dan ‘permukiman’ dapat ditemukan. Keduanya benar, baku, dan memiliki makna yang berbeda. Sama halnya dengan ‘pemukiman’, kata ‘permukiman’ juga memiliki pertalian bentuk dengan kata ‘mukim’ dan ‘bermukim’, mukimàbermukimàpermukiman. Tiap-tiap kata tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. ‘Permukiman’ mendapat tambahan imbuhan per-an bermakna ‘daerah tempat bermukim’ dan ‘perihal bermukim’. Sementara ‘bermukim’ bermakna tempat tinggal atau berdiam. Dari kata ‘bermukim’ tersebutlah lahir kata ‘permukiman’. Jadi, jika konteksnya menunjukkan daerah tempat ‘bermukim’, kalimat itu mestinya menggunakan kata ‘permukiman’. Penggunaan kata ‘permukiman’ dapat dilihat pada contoh berikut, Daerah ini baik sekali sebagai permukiman penduduk, Permukiman yang dibangun pemerintah sebaiknya diutamakan untuk masyarakat miskin.

Kesalahan penggunaan kata pemukiman dan permukiman adalah contoh kecil kekeliruan berbahasa yang masih sering dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia. Bagaimana kita mampu memartabatkan dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia jika masalah penggunaan kata pun masih keliru atau salah? Bahasa adalah identitas dan menunjukkan sikap dan jati diri penuturnya.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa negara dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Jika penutur bahasa ini cenderung lalai dan malas mempelajari bahasanya sendiri, maka tidak dapat dimungkiri bahwa pengaruh bahasa asing akan terus masuk dan menyebabkan kepunahan bahasa Indonesia. Mempelajari bahasa asing bukan merupakan hal yang dilarang namun tidak berarti harus mengesampingkan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup pendidikan, universitas, perkantoran, dan kehidupan sosial lainnya.

Mari belajar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan mencerminkan latar belakang dan kepribadian penuturnya. Sebagai masyarakat terpelajar, sudah semestinya kita dapat mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam masyarakat nasional maupun internasional.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.