Esensi Penguasaan Bahasa Indonesia bagi Guru Sekolah Dasar

0
1023

Widya Sendy Alfons

Kantor Bahasa Maluku

Bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar pendidikan yang wajib digunakan pada lembaga pendidikan di Indonesia. Bahasa Indonesia berkembang sejalan dengan perkembangan bangsa Indonesia yang tidak menutup diri dari perkembangan zaman. Globalisasi mengharuskan pembaharuan terus-menerus termasuk bahasa. Hal tersebut tidak mudah karena semua orang harus belajar menyelaraskan pemahaman baru dan lama. Hal ini ditekankan oleh Aslinda dalam bukunya “Pengantar Sosiolinguistik” bahwa bahasa merupakan hal yang paling hakiki dalam kehidupan manusia.

Pemahaman mendasar akan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia harus dimulai dari orang-orang yang berhubungan dengan penerapan pengajaran bahasa itu sendiri, seperti guru. Dari guru, banyak orang memperoleh pengetahuan penggunaan bahasa sesuai kaidah. Setiap orang sudah mengenal bahasa sejak lahir bahkan dalam komunikasi sehari-hari. Akan tetapi tidak semua orang mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar.

Banyak hal yang melatarbelakanginya, seperti tingkat pendidikan rendah, tidak tertarik belajar bahasa, bahkan banyak yang menganggap bahasa itu membosankan. Selain itu, masih ada yang menganggap bahwa bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari karena kita orang Indonesia yang sudah terbiasa menggunakannya dalam aktivitas tiap hari. Pemahaman tersebut tidak salah karena tidak semua konteks memerlukan penggunaan bahasa yang benar. Jika orang-orang tersebut beraktivitas di pasar, terminal, jalan umum, dan rumah, tentu tidak mengganggu orang lain. Namun bagaimana jika penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai kaidah diterapkan di lembaga pendidikan, pemerintahan, organisasi, dsb? bukankah akan menghancurkan citra bahasa sebagai bahasa Negara? Berdasarkan masalah-masalah tersebut, guru dituntut memahami kaidah penggunaan bahasa Indonesia, agar mampu mentransfer ilmu kepada siswa yang nantinya akan bekerja di masyarakat.

Pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar harus dimulai dari sekolah dasar. Sejak SD, anak sudah harus diajarkan tentang kaidah bahasa Indonesia. hal itu akan melatih anak menggunakan bahasa sesuai aturan dan mengimplementasikannya lewat proses belajar baik secara lisan maupun tulisan. Namun, kendalanya guru SD bukan sarjana bahasa Indonesia. kalaupun ada, tidak banyak yang ditemui. Guru SD adalah guru kelas yang mengajari semua mata pelajaran.

Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi mereka, karena membutuhkan perhatian dan tenaga lebih untuk mempelajari kaidah bahasa Indonesia yang tentunya tidak mudah. Tantangan itu diterima oleh banyak guru sekolah dasar karena mereka memahami pentingnya bahasa sebagai pengantar semua mata pelajaran. Bahasa digunakan sebagai media saat berkomunikasi. Penggunaan diksi yang tidak tepat akan memengaruhi maksud penyampaian saat berbicara. Bahasa Indonesia tetap harus dikuasai oleh para pendidik karena tanggung jawab pendidikan yang besar ada di pundak mereka. Guru yang tidak membuka diri untuk belajar tentunya memiliki kualitas diri yang rendah tetapi guru hebat ialah guru yang terus meningkatkan kualitas diri dengan mempelajari hal-hal baru sesuai tuntutan zaman.

Kantor Bahasa Maluku terus berupaya membantu para guru dan menyikapi serius hal-hal yang berkaitan dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Nita Handayani Hasan, berjudul “Sekolah Dasar sebagai Ujung Tombak Pengajaran Bahasa yang Baik dan Benar”, menggambarkan rendahnya penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan penggunaan kata baku di ruang publik khususnya di sekolah dasar. Oleh karena itu, sasaran penyuluhan bahasa Indonesia tahun 2020 difokuskan kepada guru sekolah dasar di Kota Ambon dan beberapa kabupaten lainnya. Tujuan utama adalah menyegarkan pemahaman berbahasa Indonesia. Selain itu, penyuluhan bahasa Indonesia bagi guru SD diharapkan dapat mendasari pemahaman berbahasa Indonesia yang baik dan benar agar para guru mampu mendidik siswa sesuai kebutuhan anak sekolah dasar. Penyuluhan tersebut juga membahas tentang sastra, yang pada dasarnya tidak terlepas dari bahasa. Sastra hadir untuk membantu guru menjadikan siswa lebih kreatif dan inovatif, tentunya dengan pemanfaatan bahasa sebagai media.

Antusias guru sekolah dasar dalam penyuluhan bahasa Indonesia khususnya di Kota Ambon dan Maluku Tengah sangat luar biasa. Hal itu menandakan adanya dorongan positif untuk menguasai kaidah bahasa Indonesia, sekalipun banyak mata pelajaran lain yang mereka ajarkan. Tugas guru SD sangat berat, sekalipun sudah melewati taman kanak-kanak, siswa tetap saja belum dapat belajar dengan serius karena faktor umur.  Selama penyuluhan berlangsung, semua guru mengikutinya dengan cermat. Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber diserap dengan baik sehingga munculnya timbal balik antara para guru dan narasumber, yang membuktikan bahwa mereka membuka diri untuk belajar bahasa Indonesia. Semangat para guru sekolah dasar terlihat jelas dalam keterlibatan aktif mereka dalam kelompok, bahkan saling beradu kecepatan untuk merebutkan peluang presentasi. Jika semua guru memiliki kemauan dan semangat yang sama, maka bukan tidak mungkin tertib berbahasa Indonesia dapat ditata dengan baik mulai dari sekarang. Tentu tidak instan, tetapi jika perubahan dapat dilakukan dari sekarang, maka hasil yang diinginkan akan cepat tercapai.

Upaya-upaya penyegaran penggunaan bahasa Indonesia diharapkan dapat membantu guru sekolah dasar untuk menguasai kaidah bahasa Indonesia. Selebihnya, guru sendiri yang harus memacu diri untuk mengembangkan kompetensi individu agar berdampak pada kelompok dan masyarakat. Hal itu berpotensi menjadikan anak bangsa menjunjung tinggi bahasa Negara. Masyarakat juga akan sadar bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar pendidikan yang bukan hanya digunakan secara suka-suka, tetapi dimaknai dan digunakan sesuai kaidah yang benar. Jika hal tersebut dimulai dari sekolah dasar, maka pembentukan selanjutnya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan mudah dan lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.