Kakek: Doa dan Nasihat

0
492

David Yonry Leimena

Kakekku dengan suka

Telanjang kaki duduk di teras

Waktu poka-poka merah turun di ujung barat

Suling bambu kesayangannya dimainkan

Jemarinya yang keriput dengan lentik menari di enam lobang

Merangkai notasi nyanyian Tahlil dan Dua Sahabat Lama

Dengan mata terpejam

Lalu merdu, syahdu, dan damai

Pukul enam, dengan langkah agak berat

Ia menghampiri pakaian hitam khasnya

Dan berdiri menghadap meja natzar

Lalu doa-doa dinaikkan dengan pelan

Sayup-sayup terlintas berkatilah seisi rumahku

Selesai berdoa kakekku keluar mendapati aku dan adiku duduk di sofa tua

Di antara aku dan adikku, ia duduk dan berucap dengan Melayu

“Hidop orang sudara musti laeng sayang laeng”

Laeng jaga laeng, yang satu susah yang laeng bantu

Ingatan dong dua satu darah hidop bae-bae supaya dapa bae”

Kakek, kau tulis dalam puisiku

Aku mengenangmu

Negeri Ema, 25 Februari 2017

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.