Empat Puluh Lima Padanan Istilah Asing dalam Bahasa Indonesia Selama Masa Pandemi Covid-19

0
257

Nita Handayani Hasan

Kantor Bahasa Maluku

Munculnya virus korona sejak bulan Desember 2019 menjadikan masyarakat Indonesia akrab dengan istilah-istilah asing seperti new normal,  swab test, rapid test, physical distancing, suspect, dan sebagainya. Istilah-istilah tersebut sering digunakan oleh para pejabat negara jika dimintai keterangan seputar penyebaran virus korona. Penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh para pejabat negara kemudian sering dijadikan sumber berita pada media cetak, elektronik, maupun daring sehingga istilah-istilah tersebut semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Jika ditelusuri lebih mendalam, munculnya istilah-istilah tersebut bukanlah hal yang aneh. Virus korona telah menjadi pandemi global, sehingga istilah-istilah asing sangat tepat digunakan agar masyarakat dunia memiliki satu pemahaman yang sama dalam memerangi keberadaan virus korona. Meskipun demikian, tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kemampuan dalam memahami istilah-istilah asing tersebut. Kesalahpahaman terhadap makna istilah-istilah asing dapat menyebabkan ketidakefektifan dalam penyampaian informasi bagi masyarakat Indonesia.   

Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan harus diutamakan penggunaannya. Istilah-istilah asing yang ada saat ini dapat dijadikan sarana pendukung komunikasi dan sumber pengembangan bahasa Indonesia. Penerjemahan atau pemadanan istilah asing harus dilakukan oleh lembaga negara yang berkompeten, agar informasi yang ingin disampaikan oleh pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Penerjemahan istilah asing dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi bagi masyarakat. Jika informasi disebarkan dengan seluas-luasnya, masyarakat akan mudah bekerja sama dalam membantu pemerintah memerangi pandemi virus korona. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.  Setiap individu berhak untuk memperoleh informasi dengan jelas, sehingga negara berkewajiban untuk memfasilitasi ketersediaan informasi yang dibutuhkan.

Penerjemahan istilah asing ke bahasa Indonesia merupakan salah satu cara penyampaian informasi. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memahami anjuran pemerintah dalam menghadapi virus korona.

Salah satu lembaga pemerintah yang bertugas untuk memadankan istilah asing dalam bahasa Indonesia ialah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Selain Badan  Pengembangan Pembinaan Bahasa, terdapat juga Sekretariat Kabinet yang merupakan tempat berlindungnya para pejabat fungsional penerjemah. Kedua lembaga tersebut bekerja sama dalam pemadanan istilah asing ke bahasa Indonesia selama pandemi Covid-19.

Sejauh penelusuran penulis, terdapat empat puluh empat istilah asing Covid-19 yang telah dipadankan. Data padanan-padanan kata tersebut diperoleh melalui laman badanbahasa.kemdikbud.go.id. Berikut ini hasil penelusuran penulis. Airbone (contagion) bermakna (penularan) lintas udara; coronavirus disease bermakna penyakit koronavirus; corona suspect bermakna terduga korona; suspek korona; chloroquine bermakna klorokuin; antiseptict bermakna antiseptik; herd immunity bermakna kekebalan kelompok; hazmat suit bermakna alat pelindung diri (APD); hand sanitizer bermakna penyanitasi tangan; flattening the curve bermakna pelandaian kurva; face shield bermakna pelindung wajah (bagian alat pelindung diri yang berfungsi melindungi seluruh wajah dari berbagai objek atau material yang membahayakan); droplet bermakna percikan; disinfectant bermakna disinfektan; decontamination bermakna dekontaminasi; cross contamination bermakna kontaminasi silang; physical distancing bermakna penjarakan fisik; pandemic bermakna pandemi; new normal bermakna kenormalan baru (keadaan normal yang belum pernah ada sebelumnya); massive test bermakna tes serentak; mask bermakna masker; lockdown bermakna karantina wilayah; local transmission bermakna penularan lokal; isolation bermakna isolasi; incubation bermakna inkubasi; imported case bermakna kasus impor; social restriction bermakna pembatasan sosial; social media distancing bermakna penjarakan media sosial; social distancing bermakna penjarakan sosial, jarak sosial; self-quarantine bermakna swakarantina, karantina mandiri; self isolation bermakna isolasi mandiri; screening bermakna penyaringan; respirator bermakna respirator; rapid test bermakna uji cepat; rapid strep tes bermakna uji strep cepat; protocol bermakna protokol; work from office bermakna kerja dari kantor (KDK); work from home bermakna kerja dari rumah (KDR); ventilator bermakna ventilator; tracing bermakna penelusuran, pelacakan; throat swab test bermakna tes usap tenggorokan; thermo gun bermakna pistol termometer; swab test bermakna uji usap; survivor bermakna penyintas (orang yang mampu bertahan hidup); specimen bermakna spesimen, contoh; dan sharing pain bermakna berbagi beban.

Selain istilah-istilah tersebut, terdapat istilah-istilah dalam bahasa Indonesia yang saat ini populer digunakan. Istilah-istilah berikut ini telah terdaftar dalam KBBI. Istilah-istilah tersebut, yaitu dekontaminasi bermakna penghilangan atau pencegahan dari kotor; reaktif bermakna cenderung tanggap atau segera bereaksi terhadap sesuatu yang timbul atau muncul; dan disinfektan bermakna bahan kimia (seperti lisol, kreolin) yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik, obat untuk membasmi kuman penyakit.

Padanan-padanan istilah asing tersebut harus dipahami dan digunakan oleh masyarakat Indonesia agar kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam memerangi virus korona  dapat terlaksana dengan baik. Virus korona telah menjadi pandemi global. Setiap negara di dunia mengalami masalah ini. Meskipun demikian, masuknya istilah-istilah asing seiring dengan keberadaan virus korona harus tetap  ditangkal dengan penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap selalu diutamakan penggunaannya sebagai bentuk rasa nasionalisme dan dukungan masyarakat Indonesia terhadap kedaulatan bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.