LOMBA BERTUTUR CERITA RAKYAT MALUKU KANTOR BAHASA PROVINSI MALUKU

0
207

DALAM rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2021, Kantor Bahasa Provinsi Maluku menyelenggarakan Lomba Bertutur Cerita Rakyat Maluku bagi siswa SD dan SMP dengan dua kategori, yaitu untuk usia 9 sampai dengan 11 tahun dan usia 12 sampai dengan 14 tahun. Setiap peserta mengirimkan video dengan durasi 3 sampai dengan 5 menit. Cerita dituturkan dalam Bahasa Ibu (bahasa daerah yang ada di Provinsi Maluku). Setiap video yang dikirim oleh peserta dilengkapi dengan takarir dialog (subtitle) berbahasa Indonesia. Video disajikan dalam format MP4 berukuran 720MP dengan model lanskap.

Waktu Lomba Bertutur Cerita Rakyat Maluku ini hanya diberikan waktu selama 9 hari, yaitu mulai tanggal 10—18 Februari 2021. Walaupun dalam waktu yang singkat, ternyata antusias peserta cukup banyak. Ada 45 video yang diterima oleh pantia, dengan rincian untuk kategori usia 9—11 tahun sebanyak 23 video dan untuk kategori usia 12—14 tahun sebanyak 22 video.

Setelah melalui proses penjurian, maka diperoleh masing-masing 3 pemenang untuk setiap kategori. Untuk Kategori Usia 12–14 Tahun, Pemenang I adalah Safira Raihan Duna Sopalauw, dengan judul cerita rakyat Nene Sirimau (Bahasa Negeri Lima), Pemenang II adalah Angel G Tuarissa Putri Guntur, dengan cerita rakyat Tragedi di Negeri Tihulale/Amalesi (Bahasa Wemale), dan Pemenang III adalah Jevon B. Nanlohy, dengan cerita rakyat Pati Malaka Keharuman Huamual (Bahasa Melayu Ambon).

Untuk Kategori Usia 9–11 Tahun, Pemenang I adalah Nadya Shelomita Rante, dengan judul cerita rakyat Asal Wai Lorihua (Bahasa Melayu Ambon), Pemenang II adalah Jeane C.N. Nanlohy, dengan cerita rakyat Asal Usul Negeri Amahusu (Bahasa Melayu Ambon), dan Pemenang III adalah Faliencya Felissa Sipahelut, dengan cerita rakyat Air Mata Lilinita (Bahasa Melayu Ambon).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.