Garam dan Arang

0
93

(Bagi Tanah Raja)

Kembali menjala rasa dalam ruang

Serupa hitam, arang, terbakar

Kita bilang peradaban bagi adab yang diadatkan adalah adab

Asin, garam, panas, adalah rasa

Adab

Bisa apa kita katakan ini rupa?

Teriak?

Teriak selagi bisa, kita anak ombak dilahirkan di atas karang

Pun tanah bercadas disaksikan lambaian lenso

tangis tidak lagi jadi bulir

Dewa-dewa cemburu saksikan kelahiran

Anak ombak asyik main di sudut-sudut senja lalu pulang bawa garam

Bilang ini adab

Tiap hari tiup angin pantai ke puncak

kembali bawa arang bagi adab

Kilau asin air sebab rupa terik masih saja bakar

Panas, hitam bagi adab

Mamala, 2015

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.