Bulan Hakamaita

0
141

Dunia di pusar nyawaku, kau bilang kafir neraka

Pegunungan dipujalah, laut dipanggil menemani

Kali Pau membasahiku pagi-pagi di kepala

Kupu-kupu menawan di kuku kakiku

Ular melata mendekati tidur malam hari

Ayam-ayam membangunkan fajar

Anjing-anjing menjaga tungku bermata api

Dunia dibangunkan saat panas mencemburui

Matahari mematuhi lidahku seperti ibunya

Bulan menyuburkan bibit waktu tersemai

Babi-babi mati disumpahi di belukar bambu

Mereka menghancurkan tampa-tangan nene

Ia berdoa sambil menelan sari magis pinang

Menyilangkan kapur di dahi, dihembus ke angin

Dunia mendapat hardik, kecuali semua mau mati

Bicara Tuhan sama hal ular meninggalkan kulit lama

Berganti rupa di cahaya bulan;  ia tak ingin begitu

Ada saja purnama menyucikan dirinya di kepala air

Setara arwah-arwah orang tua; anjing-anjing

Kusu, burung-burung, ular mata buta; lebih suci

Di luas udara, pepohonan, air dan lubang tanah

Pau, Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.