Santun Berbahasa Cermin Jati Diri Bangsa

0
193

David Rici Ricardo, S.S. 

Pengkaji di Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Artikel ini telah terbit di harian Kabar Timur

Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari adanya interaksi antarsesama dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu interaksi itu adalah dalam bentuk komunikasi. Komunikasi selain dapat mempererat, juga dapat merenggangkan hubungan antarsesama di dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang baik dapat mempererat hubuangan antarsesama dan komunikasi yang buruk dapat mengakibatkan renggangnya hubungan antarsesama. Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (https://kbbi.kemdikbud.go.id/). Dari pengertian menurut KBBI daring tersebut di dalam komunikasi terdapat pengirim pesan dan penerima pesan. Secara sederhana komunikasi dapat disimpulkan sebagai proses pertukaran informasi, ide, gagasan, pokok pikiran, berita dari pengirim pesan kepada penerima pesan.

Komunikasi pada umumnya terdiri atas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah proses pertukaran informasi, ide, gagasan, pokok pikiran, berita dari pengirim pesan kepada penerima pesan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Komunikasi nonverbal adalah proses pertukaran informasi, ide, gagasan, pokok pikiran, berita dari pengirim pesan kepada penerima pesan yang dibantu dengan sentuhan, intonasi suara, gerakan tubuh, lambang atau tanda sehingga mempermudah penerima pesan untuk memahami pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh pengirim pesan. Dalam pembahasan ini, akan dibahas tentang komunikasi verbal (lisan dan tulisan) saja.

Alat komunikasi dan alat interaksi yang digunakan manusia adalah bahasa. Menurut Abdul Chaer dan Leonie Agustina (Sosiolinguistik Perkenalan Awal, 2014) bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti, alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, atau juga perasaaan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa memegang peranan penting dalam berkomunikasi atau berinteraksi antarsesama manusia. Berbagai ide, gagasan, pikiran, konsep, dan perasaan dapat disampaikan melalui bahasa. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia tertuang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV Pasal 36.

Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia adalah alat komunikasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan sosiokultural di tengah masyarakat Indonesia. Jika diperhatikan secara saksama, kondisi kebahasaan di Indonesia dewasa ini cukup memprihatinkan terutama dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi verbal (lisan dan tulisan). Pernahkah Anda mendengar orang mengeluarkan kata-kata bahkan kalimat yang tidak santun seperti cacian, makian, dan sesuatu yang tidak pantas untuk diucapkan? Pasti Anda pernah mendengarnya atau mungkin Anda sendiri pernah mengucapkannya.

Santun berbahasa tampaknya tidak dipedulikan lagi oleh sebagian masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi secara verbal (lisan dan tulisan). Hal itu dapat kita lihat dari adanya status, komentar, dan unggahan video di media sosial (facebook, twitter, instagram, dan lain-lain) yang beredar di tengah masyarakat Indonesia. Media sosial beralih fungsi menjadi sarana dalam mengeluarkan kata-kata bahkan kalimat yang tidak santun seperti cacian, makian, dan sesuatu yang tidak pantas untuk diucapkan. Bayangkan jika kata-kata bahkan kalimat yang tidak santun seperti cacian, makian, dan sesuatu yang tidak pantas untuk diucapkan itu dibaca oleh masyarakat dari negara luar. Akan dicap apa bangsa Indonesia? Pertanyaan itu seharusnya menggugah hati dan pikiran kita bersama.

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi tata krama dan kesopansantunan. Tata krama dan kesopansantunan tersebut tidak hanya dapat dilihat dari cara atau tingkah laku seseorang melainkan dapat dilihat juga dari cara berkomunikasi secara verbal (lisan dan tulisan) seseorang. Cara yang paling mudah adalah dengan memperhatikan dan mendengar seseorang tersebut berbahasa. Kata-kata bahkan kalimat yang tidak santun seperti cacian, makian, dan sesuatu yang tidak pantas untuk diucapkan tersebut sangat bertolak belakang dengan DNA bangsa Indonesia. DNA bangsa Indonesia seperti yang selalu disampaikan oleh Presiden RI ke-7, Joko Widodo adalah toleran dan moderat.

Menurut Abdul Chaer (Kesantunan Berbahasa, 2010) ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam komunikasi, yaitu kesantunan berbahasa, kesopanan berbahasa, dan etika dalam berbahasa. Kesantunan berbahasa adalah cermin jati diri bangsa yang sesungguhnya. Hendaknya sebelum berkomunikasi, seseorang terlebih dahulu harus memperhatikan apa yang ingin diucapkannya, memenuhi unsur santun atau tidak? Itulah jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Jati diri adalah identitas (https://kbbi.kemdikbud.go.id/). Jika seluruh masyarakat Indonesia merepresentasikan santun berbahasa, maka tentunya ini akan menjadi identitas kolektif yang melekat erat pada suatu bangsa. Jika santun berbahasa sudah menjadi jati diri atau identitas bangsa maka hal itu sejalan dengan budaya timur yang dianut Indonesia.

Santun berbahasa sebagai jati diri bangsa tentunya harus dijaga dan dipelihara secara kontinu dalam kondisi apapun di tengah masyarakat Indonesia. Jika kita terus membiarkan bahkan membiasakan untuk mengeluarkan kata-kata bahkan kalimat yang tidak santun seperti cacian, makian, dan sesuatu yang tidak pantas untuk diucapkan, tentunya itulah pemicu terjadinya konflik di tengah masyarakat. Hal itu akan menimbulkan keretakan hubungan antarsesama yang dulunya harmonis.

Untuk memperkuat jati diri bangsa ini perlu peran aktif dari seluruh masyarakat Indonesia. Berbahasalah dengan santun, karena itulah jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang merepresentasikan jati diri bangsanya. Dengan demikian terwujudlah Indonesia yang aman, tenteram, damai, dan jauh dari perpecahan. Selain itu, bangsa Indonesia akan dikenal oleh negara-negara lain sebagai bangsa yang santun berbahasa sebagai jati dirinya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.