Pelindungan Bahasa Daerah di Maluku

0
93

Herni Paembonan, S.S.

Pengkaji Bahasa dan Sastra di Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Artikel ini telah terbit di harian Kabar Timur

Provinsi Maluku merupakan wilayah yang memiliki jumlah bahasa daerah terbesar ketiga setelah Provinsi Papua dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahasa daerah di Provinsi Maluku yang telah diidentifikasi hingga tahun 2021 berjumlah 70 bahasa. Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah mengingat masih ada wilayah-wilayah yang belum dijangkau oleh Tim Pemetaan Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Beberapa dari bahasa yang telah diidentifikasi tersebut memiliki jumlah penutur yang rata-rata sedikit. Akibatnya, ancaman kepunahan sangat kuat. Erniati, Peneliti BRIN, pada tahun 2021, dalam sebuah tulisannya menyampaikan bahwa secara umum, status beberapa bahasa daerah di Maluku seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur telah mengalami pergeseran atau tidak aman, bahkan ada yang sudah kritis (https://kantorbahasamaluku.kemdikbud.go.id/). Situasinya akan semakin parah jika tidak ada keberpihakan dari penuturnya dan pemerintah daerah setempat. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pengembangan dan pelindungan bahasa, sastra, dan aksara daerah.

Kantor Bahasa Provinsi Maluku sebagai salah satu lembaga pemerintahan yang mengurusi tentang bahasa dan sastra memiliki tugas yang sangat penting untuk melindungi, merawat, dan melestarikan bahasa daerah. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa negara mempunyai tugas memelihara dan melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Amanat itu dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Maluku melalui lima program. Kelima program pelindungan bahasa daerah yang dimaksud sebagai berikut.

Pertama, pemetaan bahasa. Ini merupakan program yang dilakukan untuk mengetahui jumlah bahasa. Pemetaan menggunakan instrumen langsung yang sudah baku yaitu kuesioner berisi kosakata dasar swadesh berjumlah 200 kosakata ditambah 822 kosakata budaya. Pemetaan dilakukan melalui teknik wawancara langsung dengan narasumber atau informan. Data yang didapatkan tersebut akan diolah melalui metode dialektometri. Dialektometri dalam KBBI merupakan metode pengukuran statistik yang digunakan untuk melihat perbedaan dan persamaan unsur bahasa pada daerah pengamatan yang diteliti. Menurut Guiter dalam Mahsun (1995), ketika sebuah isolek atau calon bahasa memiliki perbedaan 80% ke bawah dengan bahasa yang diperbandingkan, maka isolek tersebut merupakan sebuah dialek. Namun, jika perbedaannya 81% ke atas, itu adalah sebuah bahasa.

Kedua, kajian vitalitas. Kajian vitalitas merupakan kajian untuk mengukur daya hidup sebuah bahasa. Kajian vitalitas dilakukan untuk mengetahui status bahasa yang kita miliki. Ada 6 tingkatan status bahasa, yaitu aman, rentan, mengalami kemunduran, terancam punah, kritis, dan punah. Hasil kajian vitalitas yang didapatkan akan membantu kita menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bahasa tersebut. Contohnya, bahasa yang terancam punah, berarti bahasa tersebut harus segera dikonservasi atau direvitalisasi. Beberapa bahasa yang telah dikaji vitalitasnya di Maluku yaitu Bahasa Saleman di Kabupaten Maluku Tengah, Bahasa Woirata di Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Bahasa Teon di Kabupaten Maluku Tengah.

Ketiga, konservasi. Program ini merupakan upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendokumentasian. Konservasi bahasa terdiri atas penyusunan sistem bunyi atau fonologi, bentuk kata atau morfologi, pola kalimat atau sintaksis, dan tulisan atau ortografi. Konservasi bahasa juga dapat dilakukan sampai pada pembuatan kamus bahasa daerah. Beberapa bahasa di Maluku yang telah dikonservasi, yaitu Bahasa Teon di Kabupaten Maluku Tengah, Bahasa Serua di Kabupaten Maluku Tengah, dan Bahasa Hitu di Kabupaten Maluku Tengah.

Keempat, revitalisasi. Revitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan atau membangkitkan kembali bahasa daerah dari kepunahan agar tetap terjaga. Revitalisasi dapat dilakukan melalui pembelajaran klasikal, penyusunan bahan ajar, penyediaan bahan muatan lokal kebahasaan, dan festival kebahasaan. Tahun 2022 revitalisasi bahasa daerah masuk dalam program Merdeka Belajar Episode ke-17 yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tanggal 22 Februari 2022. Beberapa bahasa daerah di Provinsi Maluku yang direvitalisasi yaitu bahasa Hitu, bahasa Saleman, bahasa Yalahatan, bahasa Buru di wilayah tutur Desa Wamlana, dan bahasa Banda di Banda Eli.

Kelima, peta dan registrasi. Ini merupakan aplikasi untuk registrasi hasil pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, dan revitalisasi. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi kebahasaan dan kesastraan.

Pada tahun 2022, program pelindungan bahasa daerah di Provinsi Maluku difokuskan pada revitalisasi. Adapun bahasa daerah yang direvitalisasi yaitu, bahasa Yamdena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bahasa Buru di Kabupaten Buru, dan Bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara. Revitalisasi diawali dengan rapat koordinasi antarinstansi yang telah dilaksanakan pada bulan Juni. Pada rapat tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Maluku mengundang pemerintah provinsi, pemerintah daerah dari tiga kabupaten yang dimaksud, budayawan/sastrawan, tim penggerak PKK, fasilitator, dan duta bahasa Provinsi Maluku. Selanjutnya, revitalisasi dilakukan dengan pelatihan guru utama di tiga kabupaten pada bulan Juli. Peserta pelatihan berjumlah 253 yang terdiri atas guru, PKK, komunitas, dan pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah itu, dilakukan pemantauan terhadap pengimbasan bahasa daerah yang dilakukan kurang lebih tiga bulan. Akhir dari rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa daerah ialah mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu.

Program revitalisasi bahasa daerah diharapkan menjadi upaya yang akan menghidupkan kembali hasrat dan minat penutur bahasa daerah untuk menggunakan bahasanya. Selain itu, melalui revitalisasi diharapkan dapat menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.