Pemantauan Revitalisasi Bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara

0
169

Tahapan Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku telah memasuki tahap pemantauan. Pemantauaan kali ini dilakukan di Kabupaten Maluku Tenggara, setelah pemantauan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar selesai dilakukan. Pemantauan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Sahril, S.S., M.Pd., dua anggota KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, yakni David Rici Ricardo, S.S., dan Herni Paembonan, S.S., serta perwakilan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Retno Handayani, M. Hum.. Pemantauan ini adalah rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah setelah seluruh guru utama mengikuti pelatihan (Training Of Trainer [TOT]). Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan pembelajaran oleh guru utama kepada siswa berjalan dengan benar dan lancar. Bahasa Kei adalah bahasa yang direvitalisasi di kabupaten ini. Pemantauan dilakukan mulai tanggal 22—24 September 2022.

Pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler langsung dilakukan kepada 11 sekolah, dengan rincian 6 SD dan 5 SMP. Pada tanggal 22 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SMP Negeri 13 Kei Kecil, SD Naskat Letvuan, SMP Kristen Dian, SD Naskat Debut, dan SMP Negeri 1 Kei Kecil. Pada tanggal 23 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SD Karel Sadsuitubun, SMP Santa Theresia, SD Kolser, SD Negeri Inpres Selayar, dan SMP Negeri 2 Kei Kecil. Pada tanggal 24 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SD Negeri Ibra. Setiap sekolah, baik jenjang SD dan SMP mengajarkan 40 siswa. Pemantauan ini dilakukan dengan menggunakan instrumen pemantauan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembelajaran yang telah dilakukan.

Hasil dari instrumen pemantauan adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler telah dilaksanakan oleh sebelas sekolah tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Guru utama yang dilatih saat TOT melakukan pengimbasan kepada guru-guru yang ada di sekolah tersebut. Sehingga, guru-guru yang diimbas tersebut membantu guru utama untuk melakukan pembelajaran kepada seluruh siswa yang menjadi target dari revitalisasi bahasa Kei ini. Selain itu, seluruh siswa juga melakukan pengimbasan kepada kedua orang tua mereka, kepada kakek dan nenek, serta kepada tetangga rumah dari siswa tersebut. Pengimbasan ini merupakan tujuan dari Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Selain itu, seluruh masyarakat juga menyambut dengan gembira akan pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Hal itu terbukti dari antusias orang tua yang turut hadir dan menyaksikan langsung pemantauan yang kami lakukan di sekolah-sekolah tersebut.

Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilakukan tentunya mengusung Merdeka Belajar. Pembelajaran ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah-sekolah pun mengusung hal itu. Sesuai hasil instrumen yang merupakan hasil wawancara kepada guru utama di sekolah-sekolah, bahwa pembelajaran dilakukan dengan bervariatif. Ada sekolah yang melakukan pembelajaran ekstrakurikuler sebanyak 1 kali seminggu, 2 kali seminggu, dan 3 kali seminggu. Seluruh siswa sangat antusias dan sangat senang mengikuti kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Hasil dari pemantauan kami, seluruh siswa yang ada di 11 sekolah tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal itu dapat dibuktikan dengan penampilan yang dilakukan oleh perwakilan siswa dari setiap sekolah yang sudah fasih dalam menggunakan bahasa Kei. Penampilan itu dilakukan sesuai dengan enam mata lomba yang akan dipertandingkan pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Perwakilan siswa dari setiap sekolah menampilkan Menulis dan Membaca Puisi, Mendongeng, Menyanyi, Lawakan Tunggal (Stand Up Comedy), Menulis Cerpen, dan Berpidato dengan menggunakan bahasa Kei. Penampilan yang dilakukan oleh perwakilan siswa dari setiap sekolah juga disaksikan langsung oleh orang tua siswa yang turut hadir saat pemantauan itu.

Pada saat pemantauan ini, tim pemantauan juga secara detail menjelaskan petunjuk teknis ketentuan lomba kepada guru utama, kepala sekolah, dan seluruh siswa yang akan dilakukan saat FTBI tingkat kabupaten yang direncanakan akan diselenggarakan tanggal 25—28 Oktober 2022 di Kabupaten Maluku Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.