Pemantauan Revitalisasi Bahasa Buru di Kabupaten Buru

0
135

Tahapan Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku telah memasuki tahap pemantauan. Pemantauaan kali ini dilakukan di Kabupaten Buru, setelah pemantauan di Kabupaten Maluku Tenggara selesai dilakukan. Pemantauan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Sahril, S.S., M.Pd. dan dua anggota KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, yakni David Rici Ricardo, S.S., dan Herni Paembonan, S.S.. Pemantauan ini juga turut didampingi langsung oleh plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Johariah Tan, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SD Kabupaten Buru, Halija Surniah, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SMP Kabupaten Buru, Ifnu Ayu Riska, S.IP., Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SD, Ajid Fatsey, S.Sos.I., dan tim duta bahasa yang mengawal sejak awal kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Buru, yakni Muhamad Farik Soumena, S.Pd., Iis Wahyuni Tasry, S.Pd., dan Indah Mawaddah Fitri. Pemantauan ini adalah rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah setelah seluruh guru utama mengikuti pelatihan (Training Of Trainer [TOT]). Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan pembelajaran oleh guru utama kepada siswa berjalan dengan benar dan lancar. Bahasa Buru adalah bahasa yang direvitalisasi di kabupaten ini. Pemantauan dilakukan mulai tanggal 27—29 September 2022.

Pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler langsung dilakukan kepada 10 sekolah, dengan rincian 5 SD dan 5 SMP. Pada tanggal 27 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SD Negeri 4 Fena Leisela, SMP Negeri 38 Buru, SD Negeri 3 Waelata, dan SD Negeri 9 Waelata. Pada tanggal 28 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SMP PGRI Waepotih, SMP PGRI Waenibe, dan SMP 8 Buru. Pada tanggal 29 September 2022, pemantauan pembelajaran ekstrakurikuler dilakukan di SD Negeri 4 Teluk Kayeli, SMP Negeri 13 Buru, dan SD Negeri 3 Teluk Kayeli. Setiap sekolah, baik jenjang SD dan SMP mengajarkan 40 siswa. Pemantauan ini dilakukan dengan menggunakan instrumen pemantauan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembelajaran yang telah dilakukan.

Hasil dari instrumen pemantauan adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler telah dilaksanakan oleh sepuluh sekolah tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Guru utama yang dilatih saat TOT melakukan pengimbasan kepada guru-guru yang ada di sekolah tersebut. Sehingga, guru-guru yang diimbas tersebut membantu guru utama untuk melakukan pembelajaran kepada seluruh siswa yang menjadi target dari revitalisasi bahasa Buru ini. Selain itu, seluruh siswa juga melakukan pengimbasan kepada kedua orang tua mereka, kepada kakek dan nenek, serta kepada tetangga rumah dari siswa tersebut. Pengimbasan ini merupakan tujuan dari Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Selain itu, seluruh masyarakat juga menyambut dengan gembira akan pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Hal itu terbukti dari antusias orang tua yang turut hadir dan menyaksikan langsung pemantauan yang kami lakukan di sekolah-sekolah tersebut.

Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilakukan tentunya mengusung Merdeka Belajar. Pembelajaran ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah-sekolah pun mengusung hal itu. Sesuai hasil instrumen yang merupakan hasil wawancara kepada guru utama di sekolah-sekolah, bahwa pembelajaran dilakukan dengan bervariatif. Ada sekolah yang melakukan pembelajaran ekstrakurikuler sebanyak 1 kali seminggu, 2 kali seminggu, dan 3 kali seminggu. Seluruh siswa sangat antusias dan sangat senang mengikuti kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Hasil dari pemantauan kami, seluruh siswa yang ada di 10 sekolah tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal itu dapat dibuktikan dengan penampilan yang dilakukan oleh perwakilan siswa dari setiap sekolah yang sudah fasih dalam menggunakan bahasa Buru. Penampilan itu dilakukan sesuai dengan enam mata lomba yang akan dipertandingkan pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Perwakilan siswa dari setiap sekolah menampilkan Menulis dan Membaca Puisi, Mendongeng, Menyanyi, Lawakan Tunggal (Stand Up Comedy), Menulis Cerpen, dan Berpidato dengan menggunakan bahasa Buru. Penampilan yang dilakukan oleh perwakilan siswa dari setiap sekolah juga disaksikan langsung oleh orang tua siswa yang turut hadir saat pemantauan itu.

Pada saat pemantauan ini, tim pemantauan juga secara detail menjelaskan petunjuk teknis ketentuan lomba kepada guru utama, kepala sekolah, dan seluruh siswa yang akan dilakukan saat FTBI tingkat kabupaten yang direncanakan akan diselenggarakan tanggal 18—21 Oktober 2022 di Kabupaten Buru.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.