Bahasa Daerah Sebagai Pendukung Bahasa Indonesia

Wahyudi Pasapan, S.S.

Analis Kata di Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Artikel ini telah terbit di harian Kabar Timur

Salah satu kekayaan Indonesia yang membedakannya dari negara lain adalah keberagaman bahasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahasa daerah yang sudah teregistrasi dalam peta bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebanyak 718 bahasa. Keberagaman bahasa daerah tersebut tentunya berjalan beriringan dengan keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Pada Sumpah Pemuda yang diikrarkan di tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia juga diikrarkan sebagai bahasa persatuan. Hal ini tentu saja berasal dari kesadaran terhadap fakta bahwa keberagaman bahasa yang ada di Indonesia membutuhkan satu bahasa pemersatu. Bahasa pemersatu tersebut ialah bahasa Indonesia. Seiring berjalan waktu, bahasa daerah dan bahasa Indonesia memiliki hubungan yang semakin erat. Pada satu sisi, bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan yang mampu menyatukan komunikasi penutur berbagai bahasa daerah yang ada. Pada sisi lain, bahasa daerah juga berperan memperkuat kedudukan bahasa Indonesia.

Lalu, bagaimana bahasa daerah bisa mendukung bahasa Indonesia? Pada sebuah artikel yang berjudul “Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Daerah dalam Memantapkan Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia” (2010), Asrif menjelaskan tiga fungsi bahasa daerah, yaitu (1) pendukung bahasa Indonesia, (2) bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran Bahasa Indonesia dan/atau pelajaran lain, dan (3) sumber kebahasaan yang memperkaya bahasa Indonesia. Ketiga poin tersebut menegaskan bahwa keberadaan bahasa daerah memberi pengaruh yang cukup besar terhadap bahasa Indonesia.

Salah satu bentuk dukungan bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia sesuai dengan poin ketiga, kedudukan dan fungsi bahasa daerah di atas ialah penyerapan kosakata bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia melalui penambahan entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kehadiran kosakata bahasa daerah terutama kosakata budaya ke dalam KBBI merupakan upaya yang dilakukan untuk menambah daya ungkap bahasa Indonesia. Masih banyak konsep unik dalam bahasa daerah di Nusantara yang belum ada dalam bahasa Indonesia. Keberagaman budaya dari setiap etnis merupakan potensi besar untuk menambah jumlah kosakata dalam KBBI.

Jika kita membuka KBBI, tersaji data bahasa daerah yang sudah menyumbangkan kosakatanya menjadi warga kosakata bahasa Indonesia. Pada KBBI daring yang dapat diakses melalui kbbi.kemdikbud.go.id, kita bisa memperoleh informasi mengenai bahasa daerah mana saja yang sudah ada dalam KBBI dan melihat kosakata bahasa daerah yang sudah diserap menjadi kosakata bahasa Indonesia. Konsep-konsep yang masuk pun sangat beragam mulai dari konsep unik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, tradisi adat-istiadat, istilah-istilah dalam bidang kemaritiman, peralatan hidup, dan berbagai konsep lain yang tentu saja belum memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Budaya dan bahasa daerah juga memiliki ungkapan-ungkapan yang sarat akan makna. Ungkapan-ungkapan dari bahasa daerah yang mengandung nilai kebaikan juga turut diserap ke dalam KBBI. Tidak hanya itu. Flora dan fauna yang memiliki nama dalam bahasa daerah dan belum ditemukan namanya dalam bahasa Indonesia turut diusulkan.

Penambahan kosakata bahasa Indonesia yang mengambil unsur-unsur budaya dan bahasa daerah akan menjadikan bahasa Indonesia semakin kaya. Hal ini juga menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sangat terbuka untuk menyerap unsur-unsur dari luar, baik itu bahasa asing maupun bahasa daerah. Penyerapan tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk menambah kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan bahasa Indonesia sehingga daya ungkap bahasanya bisa semakin luas. Proses ini menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang besar dan diterima tidak hanya sebagai bahasa nasional tetapi juga sebagai bahasa internasional.

Bahasa daerah juga perlu mendapatkan perhatian yang serius jika dilihat dari perannya sebagai pendukung bahasa Indonesia. Selain itu, ada ancaman kepunahan yang mengintai bahasa daerah di balik tiga peran besar yang disebutkan sebelumnya. Salah satu penyebabnya ialah penurunan jumlah panutur bahasa daerah. Eksistensi bahasa daerah umumnya menurun akibat dominasi penggunaan bahasa mayoritas yang tidak dapat terhindarkan. Pada artikel berjudul “Kepunahan Bahasa-Bahasa Daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistik”(2019) Fanny Henry Tondo mengemukakan empat faktor peyebab kepunahan. Salah satu faktor tersebut ialah pengaruh bahasa mayoritas di mana bahasa daerah tersebut digunakan. Contoh yang bisa kita lihat, yaitu penggunaan bahasa Melayu Ambon di Provinsi Maluku.  Ada 70 bahasa daerah di Provinsi Maluku yang berhasil ditemukan melalui pemetaan bahasa, seperti yang kita ketahui bersama. Bahasa yang sudah teregistrasi pada peta bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebanyak 62 bahasa. Penggunaan bahasa-bahasa daerah tersebut mendapatkan pengaruh kuat dari bahasa Melayu Ambon. Dalam berbagai rana, masyarakat cenderung menggunakan bahasa Melayu Ambon daripada bahasa daerahnya. Oleh karena itu, pengembangan bahasa daerah pun harus mendapatkan perhatian yang serius.  

Penyerapan kosakata bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia melalui KBBI diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat pemilik bahasa daerah tersebut dalam pelestarian bahasanya. Keberadaan kosakata budaya dalam bahasa Indonesia selain menambah kosakata dan memperluas daya ungkap bahasa Indonesia juga mendokumentasikan keberagaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pengguna KBBI tidak hanya menggunakan KBBI sebagai media untuk memperoleh informasi tentang bahasa Indonesia, tetapi juga keanekaragaman bahasa dan budaya yang ada di Indonesia. Dengan demikian, hubungan saling dukung antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia menjadi semakin kuat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × one =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top