Kesiapan Peserta dari Tiga Kabupaten di Mata Pelatih Selama di Ambon

Siapa yang tidak mengetahui Sanggar Paparisa Kecil? Mayoritas masyarakat Maluku pasti mengetahui Sanggar Paparisa Kecil itu. Sanggar ini sudah ada sejak tahun 1996 dan telah berpengalaman dan menghasilkan begitu banyak karya. Tidak hanya sekadar sampai di situ, sanggar ini telah tampil mulai di kancah tingkat kota hingga internasional. Tidak tanggung-tanggung, pelatih yang dihadirkan untuk melatih peserta yang berasal dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar berasal dari Sanggar Paparisa Kecil ini. Alfrido Ralahalo, Randi Sapulette, dan Florensa Pattikawa adalah pelatih yang didatangkan agar penampilan seluruh peserta dari tiga kabupaten itu spektakuler.

Alfrido Ralahalo mengatakan tidak ada kendala yang berarti saat melatih seluruh peserta. Hal itu karena seluruh peserta yang berasal dari tiga kabupaten tersebut telah mempersiapkannya dengan baik dari kabupaten masing-masing. Alfrido Ralahalo menegaskan bahwa dalam melatih beliau hanya memoles sedikit saja dari segi teknis. Teknis yang dimaksud adalah mulai dari ekspresi, gestur, bahkan juga vokal dari seluruh peserta. Cara pelatih agar hal itu bisa tercapai adalah dengan mengarahkan seluruh peserta agar benar-benar memahami dan menghayati setiap peran sesuai dengan peran yang akan ditampilkan di dalam pementasan. Menurut beliau sebagai pelatih, arahan itu langsung dipraktikkan oleh peserta dan melakukannya dengan maksimal.

Alfrido Ralahalo memberikan arahan kepada peserta

Tiga kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan menampilkan pementasan yang sangat spektakuler. Kabupaten Maluku Tenggara menampilkan pementasan tentang Ya’au Yanat Evav, Yanat Tuntunan, Saya Anak Kei, Anak Beradat. Kabupaten Buru menampilkan pementasan tentang Puji Malaka. Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan menampilkan pementasan tentang Hukum Duan Lolat. Pementasan yang dilakukan oleh peserta dari tiga kabupaten ini sangat sarat akan nilai-nilai filosofi yang ingin disampaikan. Penasaran bukan? Saksikan langsung di Lapangan Merdeka Ambon.

Alfrido Ralahalo mengakui bahwa seluruh peserta yang berjumlah 36 orang adalah orang-orang yang bertalenta yang akan mementaskan budaya mereka masing-masing di Lapangan Merdeka Ambon. Skenario yang akan ditampilkan oleh seluruh peserta yang berasal dari tiga kabupaten di dalam pementasan memiliki kekhasan masing-masing. Oleh karena itu, pelatih harus bisa menyiasati hal-hal yang perlu diperbaiki ketika pelatihan dilakukan. 

Hal yang dilakukan oleh pelatih untuk memaksimalkan penampilan seluruh peserta di atas panggung nanti adalah dengan mengajak mereka bagaimana mendalami dan menghayati peran masing-masing. Setelah itu, barulah mengekspresikannya melalui sikap, gestur dan vokal. Terkait vokal, cara yang dilakukan pelatih agar seluruh peserta cepat menangkap adalah dengan cara mengajak seluruh peserta seperti berdialog ke seluruh penonton dan tidak tergesa-gesa, sehingga artikulasi dari dialog yang akan dipentaskan itu jelas dan dapat dipahami oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Selain itu, seluruh peserta diarahkan oleh pelatih untuk mengontrol intonasi dari setiap dialog yang akan diucapkan.

Poin terpenting saat proses pelatihan adalah dengan tidak membuat seluruh peserta menjadi stres, khawatir, dan terbeban dengan arahan-arahan kami, ungkap Alfrido Ralahalo . Oleh karena itu, kami sebagai pelatih mencoba untuk membangun keceriaan, kegembiraan, dan selalu menghadirkan sukacita saat pelatihan dilakukan. Di sela-sela latihan, kami juga mengajak peserta bermain sehingga terhibur dan tidak jenuh. Selain itu, kami sebagai pelatih juga menekankan untuk menampilkan setiap tuntutan naskah dengan natural. Hal yang Natural adalah hal yang terpenting dalam penampilan di panggung nantinya.

Seluruh peserta dan guru pendamping yang terlibat dalam pementasan nanti adalah orang-orang hebat dan cepat menangkap arahan yang diberikan oleh pelatih. Penilaian kami sebagai pelatih, seluruh peserta yang berasal dari tiga kabupaten ini sudah menunjukkan progres yang signifikan. Hal itu bisa ditandai dengan perbedaan yang cukup signifikan mulai dari pelatih bertemu pertama kali hingga saat ini. Dari segi kesiapan, seluruh peserta sudah sangat maksimal dalam berlatih dan kami sebagai pelatih menilai bahwa kesiapan mereka untuk tampil sudah mencapai 100%.

Seluruh pelatih mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Maluku atas kesempatan yang diberikan untuk terlibat dalam FTBI ini. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan sangat bangga terlibat di dalamnya. Selain itu, seluruh pelatih juga mengapresiasi seluruh peserta dan guru-guru yang terlibat di dalam pementasan nanti. 

Pelaksanaan FTBI tingkat provinsi dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon, Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku pada hari Sabtu, 3 Desember 2022.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + sixteen =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top