Kesiapan Seluruh Peserta Sudah Matang dan Siap Tampil di Lapangan Merdeka Ambon

Di sela-sela padatnya waktu pelatihan, seluruh peserta diajak untuk berkeliling ke museum siwalima dan menonton  film dengan judul ‘Tegar’ di bioskop.  Kantor Bahasa Provinsi Maluku sebagai penyelenggara pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi terus memberikan pelayanan yang begitu luar biasa kepada seluruh peserta yang akan mengikuti FTBI tingkat provinsi di Lapangan Merdeka Ambon. Tidak hanya sekadar seluruh peserta, guru-guru pendamping dan duta bahasa juga diajak untuk berkeliling ke Museum Siwalima dan menonton  film dengan judul ‘Tegar’ di bioskop pada hari Kamis, 1 Desember 2022. 

Kunjungan ke Museum Siwalima

Pelaksanaan FTBI tingkat provinsi sudah di depan mata, lalu bagaimanakah testimoni dari seluruh peserta terkait keterlibatan mereka mengikuti FTBI tingkat provinsi ini? Mari kita simak apa yang menjadi testimoni mereka.

Menonton film bersama di Cinema XXI Ambon

Peserta yang memiliki nama Wilhelmina Atajalim yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengatakan saya sangat senang mengikuti kegiatan hari ini, saya dapat belajar banyak hal dari museum siwalima. Saya dapat belajar banyak tentang hal-hal pada zaman dahulu. Saya juga senang sekali mengikuti FTBI ini, karena terlibat merevitalisasi bahasa daerah saya sendiri, bahasa Yamdena. Masih dari Tanimbar, Maria Blessing Buksalwembun mengatakan sangat senang mengikuti perjalanan hari ini, karena bisa belajar sejarah yang ada di Maluku. Selain itu, saya akan terus menularkan kepada siswa yang lain tentang pentingnya melestarikan bahasa Yamdena, karena merupakan budaya di Maluku. Tidak hanya peserta yang memberikan testimoni, guru pendamping juga turut memberikan testimoni. Elsina Lalin mengatakan pelaksanaan FTBI ini sangatlah bagus dan semoga pelaksanaan FTBI pada tahun ke depannya tetap ada dan dikembangkan. Selain itu, beliau berjanji akan melanjutkan kegiatan ini kepada siswa-siswa yang lain di sekolah tempat beliau mengajar. 

Testimoni kali ini berasal dari peserta yang berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara. Geisha Jamlean, salah seorang peserta mengatakan pelaksanaan FTBI ini sangat bermanfaat, karena dapat memelihara bahasa Kei agar tidak mengalami kepunahan. Mengenai persiapan, Geisha mengatakan persiapan sudah matang dan sangat maksimal. Selain itu, dia juga berharap bahwa FTBI ini jangan hanya untuk jenjang SD dan SMP saja, melainkan melibatkan SMA juga. Peserta yang lain yang bernama Hijashinta Rettob juga mengatakan sangat senang sekali mengikuti FTBI tingkat provinsi, karena bisa belajar banyak hal tentang bahasa Kei. Mengenai kesiapannya mengikuti FTBI tingkat provinsi ini, dia mengatakan sudah sangat siap mengikuti FTBI tingkat provinsi ini. Selain itu, salah seorang guru pendamping yang bernama Marthina Mayabubun, S.Ag. mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan FTBI ini, karena mengangkat bahasa daerah sebagai kebudayaan Kei di tingkat provinsi yang direvitalisasi, sehingga bahasa Kei tetap lestari dan tidak mengalami kepunahan. Mengenai persiapan, beliau mengatakan seluruh peserta dari Maluku Tenggara sangat siap untuk tampil di Lapangan Merdeka Ambon. Selain itu, beliau menambahkan bahwa tidak menyangka anak-anak bisa sampai di Ambon hanya karena bahasa daerah, bahasa Kei.

Testimoni terakhir datang dari peserta dan guru pendamping dari Kabupaten Buru. Okniel Tasidjawa, salah seorang peserta mengatakan sangat senang bisa mengikuti FTBI tingkat provinsi ini, karena saya sebagai generasi muda harus bisa menggunakan bahasa Buru dan menularkannya kepada orang lain. Mengenai kesiapan, Okniel mengatakan dari segi penguaasaan panggung, saya sudah sangat percaya diri dan memiliki keberaniaan untuk menampilkan yang terbaik dan siap mengikuti FTBI tingakat provinsi ini. Okniel juga memiliki harapan yang sangat mulia, dia mengatakan semoga teman-temannya yang lain terinspirasi darinya untuk melestarikan bahasa daerah, bahasa Buru. Selain itu, peserta yang bernama Anisa Putri Utomo mengatakan sangat senang bisa mengikuti FTBI tingkat provinsi ini, karena bisa belajar bahasa Buru sambil bermain. Terkait kesiapan, Anisa mengatakan sudah sangat siap untuk tampil, karena setiap hari terus berlatih. Harapan Anisa adalah agar teman-teman yang lain bisa mencintai bahasa Buru dan tetap melestarikannya agar tidak mengalami kepunahan. Testimoni selanjutnya datang dari guru pendamping. Halun Besan mengatakan FTBI ini banyak memberikan pengalaman-pengalaman yang luar biasa mengenai bahasa Buru. Mengenai kesiapan seluruh peserta dari Buru, dia mengatakan sudah siap mengikuti FTBI dan sudah memberikan yang maksimal kepada seluruh peserta. Selain itu, Sukma Firdaus mengatakan FTBI ini sangat bagus sekali, karena dengan kegiatan FTBI ini generasi muda diajarkan untuk menggunakan bahasa Buru yang sudah sangat jarang digunakan oleh generasi muda lainnya. Mengenai kesiapan seluruh peserta dari Buru, Sukma mengatakan sangat siap untuk menampilkan yang terbaik. 

Persiapan menuju FTBI Provinsi Maluku

Dari seluruh testimoni mengenai kesiapan seluruh peserta dari tiga kabupaten, dapat disimpulkan mereka sudah matang dan siap tampil di Lapangan Merdeka Ambon.

Persiapan panggung FTBI Provinsi Maluku 2022

Di sela-sela geladi bersih yang dilakukan, kontingen Kabupaten Buru mendapat kunjungan dari Penjabat Bupati Kabupaten Buru, Djalaludin Salampessy yang ingin melihat langsung persiapan Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Buru yang akan tampil di FTBI Provinsi Maluku. Beliau mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Maluku karena telah mengadakan kegiatan ini.

Kunjungan Penjabat Bupati Buru yang diterima langsung oleh Kepala KBPM, Sahril

Pelaksanaan FTBI tingkat provinsi dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon, Jalan Raya Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku pada hari Sabtu, 3 Desember 2022.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top