Salah Satu Upaya Pembinaan Bahasa Indonesia di Media Sosial

Rara Rezky Setiawati, S.S.

Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Media sosial merupakan salah satu sumber informasi yang paling efektif untuk menambah wawasan dan pengetahuan secara cepat, mudah, dan mutakhir. Banyak pengguna internet yang menggunakan media sosial untuk berbagi pikiran dan pendapat, serta memperluas wawasan dan pengetahuan. Tidak bisa dimungkiri bahwa media sosial menyajikan hal-hal menarik bagi penggunanya. Oleh karena itu, banyak pengguna internet memanfaatkan media sosial untuk membuat konten sebagai kebutuhan informasi dan hiburan bagi orang lain. 

Saat ini, aplikasi media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, dan yang terbaru Threads banyak digunakan oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Bagi generasi muda yang lahir dan tumbuh pada era digital ini, penggunaan berbagai aplikasi media sosial bukan hal yang baru, melainkan hal yang biasa dan lekat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aplikasi media sosial yang paling populer dan sering digunakan adalah Instagram. Popularitas Instagram terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengguna Instagram pada tahun 2023 meningkat sebanyak 23,5% dari bulan Februari sampai dengan April 2023 sehingga menempatkan Instagram di peringkat ke-4 sebagai platform media sosial dengan pengguna terbanyak yang didominasi oleh generasi muda (Datareportal. 2023. Instagram, Users, Stats, Data & Trends. Diakses pada 31 Juli 2023. https://datareportal.com/essential-instagram-stats). 

Kantor Bahasa Provinsi Maluku sebagai lembaga yang memberikan pembinaan bahasa, utamanya bahasa Indonesia kepada masyarakat, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi bisa dilakukan secara daring melalui media sosial, seperti Instagram. Adanya pembinaan bahasa Indonesia di media sosial menjadi salah satu upaya untuk menata kembali penggunaan bahasa Indonesia menjadi baik dan benar. Kegiatan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa Indonesia tetap menjadi prioritas sehingga kesalahan-kesalahan dalam penggunaan kaidah dalam bahasa Indonesia dapat diminimalisasi. Selain itu, pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa negara dengan berbagi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui Klinik Daring Bahasa (Kidabas). 

Klinik Daring Bahasa merupakan konten kebahasaan yang rutin mengunggah konten tiga kali seminggu. Konten tersebut berupa unggahan Padanan Istilah yang diunggah setiap hari Selasa, Ejaan yang Disempurnakan Edisi V yang diunggah setiap hari Rabu, serta Kosakata Baku dan Tidak Baku yang diunggah setiap hari Kamis. Ketiga konten tersebut bertujuan memberikan informasi yang benar terkait penggunaan bahasa Indonesia yang masih keliru. Selain itu, masalah-masalah kebahasaan seperti penggunaan ejaan yang tidak tepat, kosakata tidak baku, dan penggunaan bahasa Inggris walaupunyang sudah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia juga merupakan masalah yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. Contohnya adalah penggunaan kata respons, sekadar, dan makin yang sebagian orang masih belum tahu, bahkan tidak mengenal kata tersebut. Hal ini terjadi karena kata yang lazim digunakan adalah kata respon, sekedar, dan semakin. Selain itu, penulisan nama gelar sering ditemukan tidak sesuai dengan penulisan yang tepat. 

Umumnya, penulisan gelar yang sering digunakan, seperti Zulkarnain S.Pd, padahal penulisan yang tepat adalah setelah nama harus diikuti dengan tanda koma dan di akhir gelar diikuti dengan tanda titik sehingga penulisan yang benar menjadi Zulkarnain, S.Pd. Selanjutnya, banyak generasi muda yang tidak tahu bahwa istilah caption sudah mempunyai padanan dalam bahasa Indonesia, yaitu takarir atau takarir gambar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) takarir gambar berarti ‘keterangan yang biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yang menjelaskan isi dan maksud gambar’Makna tersebut juga sama dengan makna caption yang sering digunakan jika merujuk pada Instagram dan media sosial lainnya yang berkaitan dengan penjelasan dari gambar. Diharapkan konten Kidabas dapat meminimalisasi kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kidabas sangat potensial untuk menyebarkan informasi terkait pembinaan bahasa Indonesia sehingga kesalahan-kesalahan tersebut bisa diatasi dan diperbaiki. Selain itu, konten Kidabas juga bermanfaat bagi masyarakat untuk mengetahui kaidah kebahasaan secara praktis. 

Pembinaan bahasa Indonesia yang dilakukan di media sosial diharapkan dapat meminimalisasi kekeliruan penggunaan bahasa Indonesia baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Selanjutnya, penggunaan bahasa Indonesia yang benar dapat diterapkan pada dokumen-dokumen lembaga dan bahasa ragam tulis. Dengan demikian, pembinaan bahasa dalam hal penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung dengan memanfaatkan berbagai media pada era digital saat ini. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 15 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top