Kemendikbudristek Terus Menginisiasi Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Nomor: 669/sipers/A6/XI/2023

Yogyakarta, 27 November 2023 — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) pada tahun 2023 menginisiasi rintisan penyaluran Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra. Pemberian Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan peran komunitas sastra sebagai pihak pemroduksi karya (produsen karya sastra), dan dapat menjadi penggerak dan sekaligus penguat dalam membangun karakter bangsa, serta dapat mengembangkan dan meluaskan produk karyanya.

Bantuan fasilitasi diberikan untuk mendorong berkembangnya komunitas sastra, meningkatkan peran komunitas sastra sebagai sarana pembelajaran sastra, membantu pelaksanaan dan optimalisasi kegiatan bidang kebahasaan dan kesastraan, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra, serta mendorong jumlah, mutu, serta penyebaran dan publikasi karya sastra. Selain itu, bantuan penghargaan diberikan untuk mengapresiasi komunitas sastra atau perseorangan atas kinerjanya yang luar biasa dalam aktivitas kesastraan, termasuk pemberdayaan masyarakat yang juga merupakan bagian dari ekosistem kesastraan.

Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Kemendikbudristek, menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra. Kegiatan ini berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Yayasan Indonesia Buku, Yogyakarta, pada (25/11).

Kegiatan Fasilitasi Monev Bantuan Pemerintah Bidang Kebahsaan dan Kesastraan diikuti oleh perwakilan tiga komunitas dari penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni Komunitas Jangkah Nusantara, Komunitas Perkumpulan Seni Nusantara Baca, dan Yayasan Indonesia Buku.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Balai Bahasa Provinsi Yogyakarta (BBDIY), Dwi Pratiwi menyambut kedatangan para peserta, perwakilan dari Kemenko PMK dan DJA, Kementerian Keuangan, serta rekan media yang turut hadir dalam kegiatan Monev di BBDIY.

“Komunitas sastra dalam satu dasawarsa terakhir ini tumbuh sangat pesat. Pesatnya pertumbuhan komunitas sastra itu juga diikuti oleh penciptaan karya sastra yang terus produktif. Karya sastra dengan berbagai kearifan lokal yang diproduksi sastrawan, khususnya sastrawan muda dari berbagai komunitas sastra tersebut sangat penting bagi pembangunan karakter,” ujar Dwi.

Analis Kebijakan Ahli Madya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tri Haryanto, mengapresiasi penuh perwakilan tiga komunitas penerima Bantuan Pemerintah di Provinsi DIY. Menurutnya, bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan apa yang akan disasar terkait dengan Bantuan Pemerintah selama ini, yaitu terkait memasyarakatkan kesastraan, pelestarian naskah kuno, dan peningkatan karya-karya sastra itu sendiri,” ujarnya.

Senada dengan Tri, dari Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Freddy Apriady, mengapresiasi perwakilan tiga komunitas penerima Bantuan Pemerintah di Provinsi DIY.

“Pemerintah perlu membantu para pelaku atau pegiat sastra sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan kesastraan yang telah dilakukannya. Tentu saja, apresiasi ini juga menjadi pemantik pemerintah daerah, lembaga, atau masyarakat setempat untuk dapat lebih menghargai pelaku atau pegiat sastra yang ada di tengah masyarakat,” ucap Freddy.

Jentera Sastra Yogyakarta (Malam Puisi Sorosutan)
Rangkaian kegiatan Jentera Sastra Yogyakarta antara lain, pementasan hasil Kelas Komunitas Sastra, pementasan hasil Kelas Penulisan Buku, dan pementasan Klub Baca Buku. Sebelum dilaksanakan acara puncak Jentera Sastra Yogyakarta, Komunitas Sastra Yayasan Indonesia Buku telah melaksanakan kegiatan Klub Baca Sastra: Kisah-kisah Perdagangan yang Gemilang, Klub Nonton Sastra: Seri Dokumenter Lontar, serta Kelas Penulisan Komunitas Sastra Yogyakarta. Puncak kegiatan Jentera Sastra Yogyakarta (Malam Puisi Sorosutan) berlangsung di Yayasan Indonesia Buku, Radio Buku (iNiSeum), Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, pada (26/11).

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur I, Inspektorat Jenderal, Kemendikbudristek, Muhaswad Dwiyanto, meminta para penerima bantuan untuk menggunakan dana bantuan pemerintah ini semaksimal mungkin dengan penuh tanggung jawab.

“Gunakan secara akuntabel, efisien, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami akan berupaya seobjektif mungkin dalam proses pengawasannya. Gunakan dengan baik, hasilnya baik, dan bisa dibuktikan dengan baik,” ujar Muhaswad.

Dalam rangkaian kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Sastra turut hadir membuka acara Sekretaris Badan Bahasa, Hafidz Muksin. Senada dengan Muhaswad, Hafidz menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan kali pertamanya berkunjung langsung ke sebuah komunitas sastra. Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya mengetahui dari dekat kegiatan peningkatan peran dan fungsi dalam peningkatan karya sastra.

Lebih lanjut, Hafidz menuturkan bahwa Badan Bahasa sebagai salah satu unit utama Kemendikbudristek memiliki tugas dan fungsi untuk Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan di bidang bahasa dan sastra.

“Keberadaan komunitas sastra ini perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah dan harus kita dukung bersama agar dapat mengoptimalkan perannya sebagai media kreatif bagi sastrawan dan pegiat sastra dalam memproduksi karya sastra. Selain itu, perlu adanya penghargaan bagi para pelaku atau pegiat sastra yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menggerakkan, membangun, dan mencipta karya sastra,” tutur Hafidz.

Pada era terkini, komunitas sastra di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius karena banyak komunitas sastra yang keberadaannya tidak menentu, timbul-tenggelam, terutama bagi komunitas sastra yang masih berkembang dan belum mapan. Meskipun demikian, di tengah keterbatasan pendanaan, ternyata masih ada komunitas yang eksis dalam melaksanakan kegiatan kesastraan di tengah masyarakat. Keberadaan komunitas sastra sebagai wadah para sastrawan untuk saling asah asih asuh dan produksi karya sastra dari para sastrawan bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkaitan. (Penulis: Meryna A./Editor: Destian & Denty)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top