Rumah Produktif Indonesia (RPI) Maluku

Profil Komunitas

Rumah Produktif Indonesia (RPI) Maluku: Wadah Kreatif Menuju Kejayaan Bangsa

Berdiri kokoh di atas landasan Pancasila dan UUD 1945, Rumah Produktif Indonesia (RPI) Maluku hadir sebagai pelopor kebangkitan manusia Indonesia yang produktif. Lebih dari sekadar perkumpulan sosial, RPI Maluku menawarkan ruang belajar dan berkolaborasi bagi siapa saja yang ingin mengasah talenta dan memaksimalkan potensi diri. Didukung oleh semangat peminatan dan keunggulan kompetitif, RPI Maluku membimbing para anggotanya untuk menjadi individu yang berdaya guna dan siap berkontribusi. RPI Maluku bercita-cita tinggi untuk melahirkan generasi baru yang produktif, yang mampu mengantarkan bangsa Indonesia menuju kejayaan di awal abad ke-21.

Lahirnya RPI: Dari Grup Whatsapp Menuju Komunitas Nasional

Perkumpulan RPI berdiri di awal pandemi COVID-19. Tepat pada tanggal 18 Maret 2020, Yanuardi Syukur, tergerak untuk menginisiasi sebuah grup Whatsapp bernama “Produktif di Rumah”. Tujuannya sederhana, tetapi mulia: saling menguatkan dan menginspirasi sesama anak bangsa untuk tetap produktif di tengah situasi yang penuh tantangan. Grup Whatsapp ini bagaikan oase di tengah gurun. Di dalamnya, anggota saling berbagi cerita, tip, dan semangat untuk tetap berkarya dan berkontribusi bagi bangsa. Dari sanalah, benih-benih komunitas RPI mulai tumbuh dan berkembang. Alhamdulillah, dari cerita-cerita yang dibagikan pada ahun 2021, RPI Maluku mengajak anak-anak muda di Maluku untuk bergabung di bawah kepemimpinan Saudara Muhamad Nasir Pariusamahu. Kini, RPI Maluku telah berkembang menjadi komunitas nasional yang aktif di berbagai bidang, dengan semangat untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

RPI MALUKU

Jalan Dr. Tarmidzi Taher, IAIN Ambon

Ketua         : Muhammad Nasir Pariusamahu

Bendahara : Wa Mirna

Sekretaris. : Muhamad Yahya Matdoan

Kegiatan: 30 Hari Tulis Jadi Buku 

Selama bulan suci Ramadan, Rumah Produktif Indonesia (RPI) Maluku melaksanakan program spesial, yaitu “30 Hari Menulis Buku”. Program ini ditujukan khusus bagi para pengajar di lingkungan RA/MI/MTs/MA/PAI/PAK/IAIN/IAKN/Kampus Keagamaan se-Maluku. Selama 30 hari penuh, para pengajar didampingi untuk menuangkan kisah paling seru selama menjalani profesi mulia ini. Seluruh cerita yang ditulis nantinya akan dihimpun menjadi sebuah antologi yang inspiratif. Dengan program ini, RPI Maluku tak hanya ingin meningkatkan minat dan kemampuan menulis para pengajar, tetapi juga ingin menyuguhkan kisah-kisah inspiratif yang dapat memotivasi para pengajar lainnya, bahkan masyarakat luas.

Kiprah RPI
RPI, bukan hanya nama, tapi juga bukti nyata dedikasi. Kiprahnya dalam mendukung agenda nasional tak perlu diragukan lagi. Terbukti, RPI turut menyukseskan presidensi G20 dengan menerbitkan buku Pulih Bersama Bangkit Perkasa (Perpusnas Press, 2022) dalam dua bahasa. Tak hanya itu, dalam rangka menyukseskan chairmanship Indonesia pada ASEAN, RPI kembali menunjukkan taringnya dengan menerbitkan buku ASEAN Episentrum Pertumbuhan Dunia (Mata Kata, 2023). Dedikasi RPI tak berhenti di situ. Sehimpun Mutiara: Kisah Perjuangan dan Inspirasi Menulis bagi Generasi Indonesia (Perpusnas Press, 2021) menjadi bukti nyata komitmen RPI dalam mencerdaskan bangsa.

Galeri Komunitas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top