Puisi

Kepada Nelayan Tak Bernama

tanganku mengangkat tinggi tujuh ekor ikan, hasil tangkapan dari laut yang sama. di mana moyang-moyangku dahulu berperang setiap ikan memiliki warnanya sendiri seperti juga nasib para nelayan di kampungku yang sejak dahulu telah melaut tak takut maut aku membayangkan wajah lembut anak istri nelayan tua itu saat menjemput suami dan ayah mereka pulang saban pagi […]

Kepada Nelayan Tak Bernama Read More »

Negeri Hatu

Hatu berarti batu, di sana banyak batu Kalau kau terbang dari kotaku, di ujung bandara itu negeriku Ada dua batu, namanya batu dua Kata orang tua-tua, itu jangkar kapal, di hutan sana ada batu kapal Apakah itu nyata atau fatamorgana, tapi batu itu masih ada Ada juga Batu Badiri, sebelum masuk Negeri Hatu Dulu pernah

Negeri Hatu Read More »

Cerita Amalatu

Ada di dulang patita Makan ingat aer di tampayang Garam deng bawang simbol kesejahteraan Dari batas akhir beta pung rumah Ini cerita dari Amalatu Merayu ombak di pinggiran teluk Manyapu badendang iko irama Badan tagores angkat sejarah Di kanan Simalopu jadi penunjuk Di kiri Wawane sebagai penuntun Risalah nagari penuh badati Badati pake tifa Badati

Cerita Amalatu Read More »

Manuhua

Andaikan saja Benteng Hollandia itu berdiri kokoh Pasti pasir Manuhua tak sendiri Tsunami yang berabad-abad itu saksi bisu yang in absentia Mungkin loji kompeni penuh sesak dengan cengkeh dan pala Pasir Manuhua tak berhenti berdesir berbisik Di antara celoteh nelayan yang hilang satu tumbuh seribu Di antara koor sampah yang menggelitik Manuhuaku usah risau dalam

Manuhua Read More »

Gulita, Ada Cinta

Aku ingin melihat cahaya yang melintas di permukaan air Ia menyambar tanpa arah tumbuhkan rasa ragu, tapi lihat Seseorang bisa menerjemahkan riak yang bergulung Menuju tepian,tapi ia terus bertanya masih adakah ruang untuk cinta Yang diwariskan semesta Kesepian ini begitu menghujam Bintang bintang dan malamtanpalampu Saling menyapa sunyi yang dalam Curahkan semua rasa itu,titipkan Perahu

Gulita, Ada Cinta Read More »

Scroll to Top